falling

 "ashes to ashes, dust to dust", kalimat tersebut berulang kali terlintas di kepala, kepasrahan dan ketakutan mulai terbesit untuk keputusan dalam menamai perasaan aneh tersebut.

 langit cerah, udara terasa sedikit kencang namun terasa hangat. perlahan aku menghirup nafas dan mulai mengontrol fikiran yang terlalu cepat mencari informasi, membuka catatan2 masa kecil, hingga hampir membuka tabir tipis menuju 'overthinking'. bagaimana mungkin hal tersebut tiba2 saja terjadi begitu cepat. beberapa jam yang lalu sebuah kalimat terlihat, "pembagian zodiak baru setelah sumbu bumi bergeser", dan beberapa detik kemudian jari2 ku mulai mencari informasi tersebut, dan boom. sekitar paling dekat 6 bulan yang lalu sebuah judul terlihat "bumi telah bergeser", seketika mata dan jari mulai mencari lebih jauh sampai sebuah memori masa kecilku terbuka, sebuah pertanyaan anak kecil yang penasaran yang berbunyi "apakah bumi bisa jatuh".
 tentu saja hal tersebut terasa berat ketika malam sebelumnya seorang saudara berbicara dengan nafas berat, sesak di dadanya terasa begitu padat, dia didiagnosis sembuh dari stroke dan sesekali meminta pertolonganku. namun beberapa waktu yg lalu aku dengan sengaja berlalu ketika dia memanggilku, aku tiba2 ingin membalas hal yang sama yang pernah dia lakukan.
 sebuah perasaan bersalah bertemu informasi fenomena bumi yang tak lazim merupakan sebuah pukulan telak di dada, pertanyaan2 menakutkan melintas berulang kali di otak seperti sebuah black hole yg menghisap energi2 harapan dari kehidupan.
 perlahan namun pasti sebuah bayangan hitam diatas pengelihatan mulai menguasai, sebuah kartu AS dari tempat rahasia mulai dikeluarkan. sebuah kombo dari perasaan 'letting go', samarnya list plan jangka pendek, serta sedikit presentase sekitar 1% harapan hidup masih terikat membuat kesadaranya jatuh kedalam keadaan "sleep".

Komentar